Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Memangnya pacarmu yg sekarang bukan anak orang?

Berbulan-bulan chattingan dengan Ares memang semakin membuat perasaan ku bertambah kepadanya. Ya walau jelas aku tahu bahwa Ares tidak memiliki perasaan yang sama denganku. Namun bagaimana lagj, banyak chat darinya yang selalu membuatku salah paham. Entah aku yang terlalu perasa, atau dia yang terlalu menganggap semuanya biasa saja. Tepat setahun setelah perkenalan kami, aku yang tidak sanggup lagi dengan ketidakjelasan ini pun berniat untuk mengakhirinya. Bukan, bukan mengakhiri hubungan, tetapi memulai hubungan. Sebenarnya aku sudah tahu kalau tidak akan ada hubungan itu, namun aku hanya ingin memberitahu perasaanku kepadanya. Dengan segenap keberanian yang sudah aku kumpulkan, kuketik kalimat-kalimat melow nan panjang ke dalam notes terlebih dahulu wkwk sebelum aku kirimkan kepadanya. Maklum baru pertama kali. Setelah ku baca berulang-ulang dan ku yakinkan diriku untuk memberanikan diri meng-copy kalimat-tersebut ke dalam chat room Ares. Dan terkirim lah pesan tersebut. Bersamaan ...

Dikutuk Maul

Ya aku jomblo hingga saat ini haha. Sedih ya.... it’s ok. Lupain hahahaha Jadi semenjak aku pisah sama si maul (yaelah pisah). Ya putus deh gitu. Aku memang belum pernah berpacaran lagi dengan orang lain. Kira-kira sudah sekitar 4 tahun ini. Ya karena waktu moveon yang cukup lama, yaitu 2 tahun. Buang-buang waktu ya haha. Dan juga memang belum ada yang sreg dihati (belum ada yang mau kali) wkwk. Yaa menjalani kehidupan sebagai jomblo itu susah-susah gampang. Kadang aku ngerasa bahagia menjadi jomblo. Merasa beruntung telah dihindarkan dari pertengkaran-pertengkaran lucu yang ada didalam suatu hubungan tersebut. Bisa bebas haha hihi sama temen-temen tanpa ada peringatan-peringatan kecil dari pasangan. But kebahagiaan itu gabisa tahan lama. Nah ini nih yang kadang bikin ga betah jadi jomblo. Kalo abis liat temen kita jalan sama cowoknya dan kita ikut diantara mereka itu sejujurnya nyiksa. Sebenernya sih biasa aja, tapi pas selesai main dan menyendiri dirumah, itu terasa sekali.....

Perdjoeangan

Ya, aku masih menyayanginya. Bahkan saat aku sudah tidak bersama dengannya. Hubungan kami setelah putus memang masih baik. Namun maul agak sedikit cuek. Aku yang masih bertahan dengan perasaan ini pun masih sering menghubunginya. Lambat laun aku masih berada dengan perasaan dan keadaan yang sama. Menggalauinya setiap hari, mengingatnya. Berharap maul bisa kembali hadir didalam kehidupanku. Hari-hariku pun berlangsung dengan menyempatkan diri untuk melirik dinding facebooknya. Kala itu dia sudah lulus SMP. Dia memilih melanjutkan sekolah di Purwokerto. Ah tambah jauh saja, pikirku. Dia mengambil jurusan tata boga. Aku sendiri tidak tahu kenapa dia mengambil jurusan itu, jurusan yang biasanya dihindari oleh anak laki-laki. Ya tapi tidak apa, dia tetap kupandang sebagai lelaki. Haha Aku masih melakukan hal yang sama. Melihat-lihat dinding facebooknya. Sepertinya dia sedang dekat dengan perempuan. Tentu saja aku tahu siapa perempuan itu, kelas berapa dia,. Ya pokoknya aku tahu. Se...

Maul-ku (dulu)

6 bulan setelah aku berpisah (yaelah berpisah wkwk) alias putus dengan Dena. Dia laki-laki yang kusebut Maul datang dan membuat segalanya menjadi lebih indah (adera kali ah). Aku mengenalnya melalui facebook. Sebelumnya aku sama sekali tidak mengenalnya. Aku tidak ingat bagaimana awalnya dia bisa tahu facebookku, namun kurasa itu hanya addfriend random saja. Ya, waktu itu memang sedang zamannya seperti itu. Ganteng dikit, add back haha. Kemudian dia mengirimiku pesan di facebook. Basa-basi berkenalan ala remaja. Namun ada satu yang beda dari dirinya. Cuek. Ya dia cuek sekali, untuk ukuran remaja yang sedang mendekati perempuan. Namun aku yang sudah terpincut dengan foto profilnya tidak menghiraukan itu. Perkenalan kami pun berlanjut sampai ke tukeran nomor telepon. Kami sering berbalas pesan singkat. Waktu itu aku kelas 2 SMA. Aku mengatakan padanya bahwa aku kelas XI. Namun mungkin dia membacanya sebagi kelas IX, bukan XI. Sampai tiba saatnya mulai berganti tahun ajaran bar...

Putih Biru

Aku sekolah di SMP negeri di Kota Bekasi. Aku bukan murid yang terkenal, aku juga bukan murid yang aktif dalam organisasi. Aku lebih senang bergaul dengan orang-orang yang nyaman denganku saja. Jadi wajar jika aku tidak begitu dikenal banyak orang, begitupun aku, tidak begitu mengenal banyak orang, khususnya teman seangkatanku. Sebelumnya aku ceritain dulu ya, dulu aku masuk ke dalam kelas 7.8, aku bertemu banyak orang disana, termasuk Safitra, tapi dulu aku tidak begitu akrab dengannya. Karena posisi tempat duduk kami yang selalu berjauhan. Kemudian kami dipersatukan lagi di kelas 8. Disanalah kami mulai akrab, karena dari kelas 7.8 hanya kami berdua yang masuk ke dalam kelas 8.4, sehingga kami memilih untuk duduk bersebelahan. Kami cukup akrab, bisa dibilang jadi teman dekat. Namun saat kenaikan kelas 9, kami tidak sekelas. Safitra di kelas 9.8, aku di kelas 9.4. Disana aku bertemu Ayu, Muti, dan Novi. Seperti biasa, saat istirahat aku selalu bertemu dengan Safitra, bercerita tenta...

Sedikit perkenalan diri

Hallo! Aku perempuan yang lahir di bulan September di tahun 1998. Aku anak pertama dari 3 bersaudara. Aku lahir di Cirebon, lalu tinggal dibekasi sekitar 15 tahun terakhir ini, iya sebelumnya aku sempat tinggal di Cirebon tapi entah berapa lama aku tidak ingat, lalu orangtuaku memutuskan untuk tinggal di Jakarta, entah sudah berapa kali pindah sampai akhirnya kami menetap di Bekasi. Bekasi, kota kecil penuh kenangan. Ya, aku besar di Bekasi sejak aku mulai pertama kali merasakan pendidikan. Aku tidak TK, tetapi TPA, lalu saat umurku 5 tahun setengah mamaku memasukkan aku ke SD yang tidak jauh dari rumahku, dulu namanya SDN Jatiwaringin IV, lalu aku meneruskan SMP di SMPN 20 Kota Bekasi, sebenarnya pernah mendaftar ke sekolah di Jakarta, namun apalah daya perbedaan provinsi membuatku kalah saing dengan mereka yang memang asli penduduk Jakarta, tetapi tidak apa-apa. Aku bersyukur, banyak cerita yang ku dapatkan didalamnya. Kemudian aku melanjutkan SMA di SMA Yadika 4 Jatiwaringin. Lagi-l...