Memangnya pacarmu yg sekarang bukan anak orang?
Berbulan-bulan chattingan dengan Ares memang semakin membuat perasaan ku bertambah kepadanya. Ya walau jelas aku tahu bahwa Ares tidak memiliki perasaan yang sama denganku. Namun bagaimana lagj, banyak chat darinya yang selalu membuatku salah paham. Entah aku yang terlalu perasa, atau dia yang terlalu menganggap semuanya biasa saja. Tepat setahun setelah perkenalan kami, aku yang tidak sanggup lagi dengan ketidakjelasan ini pun berniat untuk mengakhirinya. Bukan, bukan mengakhiri hubungan, tetapi memulai hubungan. Sebenarnya aku sudah tahu kalau tidak akan ada hubungan itu, namun aku hanya ingin memberitahu perasaanku kepadanya. Dengan segenap keberanian yang sudah aku kumpulkan, kuketik kalimat-kalimat melow nan panjang ke dalam notes terlebih dahulu wkwk sebelum aku kirimkan kepadanya. Maklum baru pertama kali. Setelah ku baca berulang-ulang dan ku yakinkan diriku untuk memberanikan diri meng-copy kalimat-tersebut ke dalam chat room Ares. Dan terkirim lah pesan tersebut. Bersamaan ...