Dikutuk Maul



Ya aku jomblo hingga saat ini haha. Sedih ya.... it’s ok. Lupain hahahaha
Jadi semenjak aku pisah sama si maul (yaelah pisah). Ya putus deh gitu. Aku memang belum pernah berpacaran lagi dengan orang lain. Kira-kira sudah sekitar 4 tahun ini. Ya karena waktu moveon yang cukup lama, yaitu 2 tahun. Buang-buang waktu ya haha. Dan juga memang belum ada yang sreg dihati (belum ada yang mau kali) wkwk.
Yaa menjalani kehidupan sebagai jomblo itu susah-susah gampang. Kadang aku ngerasa bahagia menjadi jomblo. Merasa beruntung telah dihindarkan dari pertengkaran-pertengkaran lucu yang ada didalam suatu hubungan tersebut. Bisa bebas haha hihi sama temen-temen tanpa ada peringatan-peringatan kecil dari pasangan. But kebahagiaan itu gabisa tahan lama. Nah ini nih yang kadang bikin ga betah jadi jomblo. Kalo abis liat temen kita jalan sama cowoknya dan kita ikut diantara mereka itu sejujurnya nyiksa. Sebenernya sih biasa aja, tapi pas selesai main dan menyendiri dirumah, itu terasa sekali....sepinya. Apalagi kalo abis nonton drakor haha nambah deh tuh, sepinya. Ya kadang ada perasaan capek sendirian, pengen aja gitu punya cowok kaya temen-temen yang lain. Kalo kemana-kemana ga bingung minta anterin siapa, ga bingung mau minta tolong siapa. Ya walaupun pastinya kita punya temen yang kaya gitu juga. Tapi posisinya kan udah pasti beda.
1 tahun terakhir kemarin aku usaha loh buat memperbarui statusku wkwk. Tapi nyatanya ga berhasil. Waktu itu aku dekat dengan temannya temanku. Dia bernama Ares. Tapi aku tidak begitu menyukainya, karena orangnya cuek sekali. Dan satu lagi, dia jarang sekali memulai duluan. Dan kalau saja waktu itu aku tidak mengubah dp bbmku dengan foto memakai seragam SMAku dulu, mungkin dia tidak akan ngechat aku sampai saat ini. Aku memang sebal, tapi ya jadi penasaran juga. Namun semakin kesini tidak ada kemajuan yang signifikan sudah sekitar 3 bulan kalau tidak salah. Tapi kita masih tidak ada percakapan apapun yang menjurus kearah sana. Hanya basa-basi belaka. Yasudah aku berniat mencari orang lain lagi.
Kemudian temanku yang lain mengenalkanku dengan temannya. Dia bernama Danu. Waktu temanku menawariku untuk berkenalan dengannya karena temanku ini ingat kalau aku ingin punya pacar seorang tentara (wedeeh gayamu). Dengan intro ada yang ingin berkenalan denganku dan dia seorang tentara pun aku mengizinkannya untuk memberi kontak lineku kepada cowo itu. Dia berespon lebih cepat daripada si Ares, kita jadi sering chattingan di line. Pagi, siang, sore, malam semakin intensif, seperti halnya orang pacaran. Tapi aku masih menahan perasaan, aku tidak mau menaruh harapan kepadanya. Karena dia jauh, dan kita belum pernah bertemu. Ya, kami memang beda kota. Tapi tetap saja aku terkena hukum ‘’witing tresno jalaran soko kulino’’. Tidak bisa kubohongi, lama-lama aku nyaman dengannya. Karena aku ingat cerita temanku, langsung saja aku menanyakan bagaimana perasaanya. Dan benar saja, dia tidak hanya dekat denganku, tetapi banyak perempuan lain yang diincarnya. Cih, langsung saja ku jauhi dia. Aku mulai tidak membalas chatnya selama beberapa hari. Pikirku untung saja aku belum terlalu menaruh hati.  Sampai pada akhirnya kami memutuskan untuk berteman. Benar saja setelah kami sudah tidak lagi chattingan, memang begitu sifatnya. Senang dekat dengan banyak perempuan, seperti kepala asrama putri dia. Ah namun sudah kulupakan dia saat ini.
Dan aku masih terus melanjutkan kisahku dengan Ares, ya waktu itu aku memang tidak terlalu tertarik dengan Ares. Sampai pada akhirnya....Waktu itu tanggal 31 desember 2016, dia mengajakku bertemu. Aku ingat waktu itu aku sedang sibuk dengan gladiresik untuk nari diacara pernikahan anak dosenku. Kami bertemu siang hari, kami janjian didepan kampusku. Aku gugup, sangaaaat gugup. Kemudian dia datang dengan sepeda kayunya..eh motornya deng. Kemudian kami bersalaman, dan dia menyuruhku untuk naik ke motornya. Kemudian kami mengunjungi salah satu mall di daerah kota Bekasi, kami memang punya rencana untuk menonton film. Saat sampai disana dan turun dari motor. Wow, ternyata Ares tinggi sekali. Aku sukaaaaaa. Jadi teringat maul waktu itu haha, karena maul juga tinggi. Sutt lanjut, kemudian tibalah kita dibioskop, waktu itu hari libur. Jadi ramai sekali, kami berdua pun ikut dalam antrian panjang tiket bioskop. Namun yang kulihat kala itu, diantara pengunjung lain yang mengantri untuk membeli tiket bioskop. Ares memang yang paling tinggi. Oiya, aku tuh suka sama cowo tinggi. Gatau kenapa, ngerasa kaya dilindungin aja gitu. Setelah mendapatkan tiket bioskop, kami pun mencari tempat menunggu yang strategis. Ternyata tidak lama setelah kami duduk dan bercerita banyak hal, Ares bertemu dengan teman kerjanya. Ngobrol deh mereka berdua. Kemudian tibalah kami masuk kedalam teater, kami menikmati film itu. Kemudian setelah selesai menonton film, Ares memintaku untuk mengantarnya ke mall lain yang jaraknya tidak jauh dari mall yang kita datangi. Sambil bercerita dll, kami memutuskan untuk makan. Kami makan disalah satu tempat makan didaerah jatiasih. Aku hanya bisa diam diam dan diam. Ah mungkin dimatanya aku ini bukan orang yang asik sekali. Tapi kamu gatau res, aku grogi. Aku gabisa nunjukin aku yang kaya gini kalo udah didepan cowo. Ah sudahlah, sudah selesai juga. Kemudian aku diantar pulang olehnya. Tidak kerumahku, tapi kerumah temanku. Karena waktu itu aku harus gladi resik malam-malam. Jadi aku memutuskan untuk menginap dirumah temanku. Banyak sekali perlakuan Ares yang membuatku terkesan. Sudah pernah kubilang bukan. Aku tidak tertarik pada Ares, namun setelah bertemu dengannya aku rasa aku mulai menyukainya. Perasaanku terus tumbuh dan berkembang seperti janin yang ada didalam perut ibu.
You know that kenapa aku suka Ares? Aku memang belum begitu mengenal Ares, namun aku yakin dia anak baik. Disaat orang-orang seusianya ada yang masih luntang-lantung gajelas, Ares sudah bisa ngehidupin dirinya sendiri. Yang aku lihat, Ares sayang sama keluarganya, keponakannya, adiknya. Dia dewasa dibandingin temen-temen cowo yang aku kenal. Dia tau gimana cara ngehidupin suasana biar ga boring. But kenapa kalo chattingan kamu amat sangat membosankan Ares?. Dan satu lagi, dia tinggi hehe.
Ya tapi semua perasaan yang aku rasain saat ini cuma angan-angan belaka sepertinya. Ares tidak memiliki perasaan yang sama denganku. Namun kami tetap berhubungan baik. Namun ya tetap saja, lagi-lagi aku jatuh cinta sendirian. Kenapa ya disaat udah buka hati, eh malah gini. Jatoh, tapi ga ditangkep. Ya gini, sakit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sedikit perkenalan diri

Bersama ojol

Maul-ku (dulu)