Maul-ku (dulu)



6 bulan setelah aku berpisah (yaelah berpisah wkwk) alias putus dengan Dena. Dia laki-laki yang kusebut Maul datang dan membuat segalanya menjadi lebih indah (adera kali ah).
Aku mengenalnya melalui facebook. Sebelumnya aku sama sekali tidak mengenalnya. Aku tidak ingat bagaimana awalnya dia bisa tahu facebookku, namun kurasa itu hanya addfriend random saja. Ya, waktu itu memang sedang zamannya seperti itu. Ganteng dikit, add back haha.
Kemudian dia mengirimiku pesan di facebook. Basa-basi berkenalan ala remaja. Namun ada satu yang beda dari dirinya. Cuek. Ya dia cuek sekali, untuk ukuran remaja yang sedang mendekati perempuan. Namun aku yang sudah terpincut dengan foto profilnya tidak menghiraukan itu.
Perkenalan kami pun berlanjut sampai ke tukeran nomor telepon. Kami sering berbalas pesan singkat. Waktu itu aku kelas 2 SMA. Aku mengatakan padanya bahwa aku kelas XI. Namun mungkin dia membacanya sebagi kelas IX, bukan XI. Sampai tiba saatnya mulai berganti tahun ajaran baru. Ake sebenarnya bingung dengan statusnya, kelas berapa dia sekarang, sekolah dimana dia. Aku tidak begitu paham. Ada satu hal yang membuat ku ganjil, katanya kala itu dia sedang melakukan pendaftaran di SMA Angkasa. Namun setelah ku fikir-fikir mana mungkin sekolah swasta serumit itu, lagipula ini sudah masuk minggu kedua di tahun ajaran baru. Telat sekali.
Suatu hari kita akhirnya ketemuan. Waktu itu sedang bulan puasa. Aku ingat dia mengajakku bertemu di bioskop. Waktu pertama kali bertemu, aku gugup sekali. Sangat gugup. Dia tinggi, kemudian mancung itu kesan pertamaku.  Ada satu hal bodoh yang kulakukan saat pertama kali menghampirinya dibioskop. Waktu itu dia mengajakku untuk mencari toilet terlebih dahulu sebelum kita membeli tiket. Namun karena aku gugup, aku mengajaknya ke toilet mall yang ada dilantai dasar. Padahal jelas dibioskop pasti ada toilet bukan, aku tidak terfikirkan kala itu. Hah sudahlah haha. Kemudian kami membeli tiket, kami nonton minion kala itu. Kami dapat tiket di jam 5 sore sampai jam set7 malam. Ku jelaskan lagi, waktu itu sedang bulan puasa. Karena sudah memasuki waktu adzan maghrib, kami meninggalkan studio diisela-sela film yang sedang berlangsung. Kami tidak balik lagi tentunya. Padahal kalau dipikir-pikir sayang sekali, baru sebentar haha. Belum ada setengah waktu.
Kemudian kami mencari alfamart, karena tempat makan sudah penuh dimana-mana. Kami membeli minuman dingin untuk membatalkan puasa kami. Kemudian sedikit mengobrol, lalu kami pulang.
Sesampainya dirumah, perasaan yang amat begitu senang muncul dari kami berdua. Dia sudah tidak cuek lagi. Kemudian dia menyatakan perasannya tepat pada tanggal 20 Juli 2013. Ya tentu saja aku menerimanya. Kemudian saat kami telfonan untuk pertama kalinya setelah resmi berpacaran. Dia mengakui kalau ternyata dia bukanlah murid kelas X di SMA Angkasa. Ternyata dia adalah murid SMP kelas IX. Haha aku kaget, tapi aku tidak mempermasalahkan hal itu sepertinya. Yang aku tahu kala itu dia adalah milikku. Kalau difikir-fikir saat ini sih ya lucu juga. Kenapa bisa sampai tertipu wkwk.
Hubungan kami berjalan dengan sangat baik. Kami sering bertemu. Ya seminggu sekali pasti bertemu. Kami selalu menonton film. Waktu itu Maul tidak diizinkan membawa motor jadi kami hanya sering nonton film bioskop saja. Aku ingat waktu itu aku menonton film horor yang sama seperti insidious genrenya, aku lupa judulnya. Namun setelah aku mengetahui pasword twitternya. Ternyata dia dm-dman dengan teman perempuannya. Melaporkan bahwa dia sudah menonton film tersebut. Apa dia tidak merasa bersalah ya, padahal dia menonton bersamaku yang jelas-jelas pacarnya. Namun begitu semangat memberitahu isi film tersebut kepada teman perempuannya seolah-olah dia menonton film dengan teman sekumpulanya. Huh. Aku marah kala itu, agaknya dia cukup dekat dengan perempuan itu. Benar saja, dia pernah menyukainya. Mungkin kala itu Maul masih menyukainya. Noy, ya perempuan itu bernama noy. Ya namun lama-lama aku menerimanya. Dan hubungan kami pun berjalan lancar.
6 bulan berlalu, sifat maul mulai berubah. Dia mulai cuek kembali. Aku masih ingat waktu itu dia mengabariku akan mendaki gunung bersama kakaknya tepat di tahun baru. Satu minggu tidak ada kabar. Tidak ada sinyal katanya. Kemudian dia kembali, namun tidak mengabariku. Seperti tidak punya kepentingan untuk mengabari seseorang. Tiba-tiba dia mengirimiku pesan hanya untuk menanyakan nama penyanyi dari sebuah judul lagu yang ia tanyakan kepadaku. Ah geramnya, bukannya memberi kabar bahwa sudah sampai rumah dengan selamat. Perlakuannya padaku mulai berubah. Sudah tidak ada inisiatif lagi untuk mengabariku, tidak ada lagi telfon darinya. Aku yang Cuma bisa menunggu dan mengiriminya pesan akhirnya lelah juga. Aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Ya walaupun rasanya sakit sekali, tidak rela. Aku ingat betul waktu itu aku menangis ketika mengakhiri semuanya. Sebenarnya aku sayang, tapi sudah tidak sanggup lagi menghadapi sifatnya yang sudah mulai cuek. Kemudian setelah aku meminta mengakhiri hubungan ini, dia menelfonku. Menangis ku semakin kuat. Tapi ternyata dia tidak mau memutuskan hubungan kami. Dia memintaku untuk bertemu di penghujung minggu.
Dia menjemputku dengan sepeda motornya. Membawaku menuju kota wisata. Aku senang, senang sekali. Maulku sudah kembali. Setelah menempuh perjalanan panjang, kamipun sampai di kota wisata. Dia mengajakku berjalan keliling danau, kemudian mengajakku duduk diruko-ruko tutup yang dikelilingi patung-patung hewan. Dia menawariku melihat-lihat fotonya kala ia mendaki gunung dengan kakaknya. Namun belum lama aku melihat, kakak perempuannya menelfon. Kemudian aku serahkan hpnya pada Maul. Kemudian dia mengangkat telfon tersebut dan menjauh. Setelah selesai nelfon, dia mengajakku pulang. Katanya kakak perempuannya menyuruh dia untuk cepat pulang. Dengan perasaan kecewa akupun menuruti kemauannya. Aku kesal kala itu, aku tidak berbicara apapun saat perjalanan pulang. Namun setelah sampai dirumah, kami masih berkirim pesan seperti biasanya. Seperti pasangan lainnya.
Namun seminggu kemudian dia berubah. Dia mulai cuek kembali. Sampai tidak tahu alasannya, akhirnya dia mengakhiri hubungan kami. Namun aku tidak begitu sedih seperti saat pertama kali berakhir. Namun aku  menerima permintaan Maul. Akhirnya kami berpisah.
Aku tidak bisa membohongi perasaanku. Aku masih.....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sedikit perkenalan diri

Bersama ojol