Perdjoeangan
Ya, aku masih menyayanginya. Bahkan saat aku sudah tidak
bersama dengannya. Hubungan kami setelah putus memang masih baik. Namun maul
agak sedikit cuek. Aku yang masih bertahan dengan perasaan ini pun masih sering
menghubunginya. Lambat laun aku masih berada dengan perasaan dan keadaan yang
sama. Menggalauinya setiap hari, mengingatnya. Berharap maul bisa kembali hadir
didalam kehidupanku.
Hari-hariku pun berlangsung dengan menyempatkan diri untuk
melirik dinding facebooknya. Kala itu dia sudah lulus SMP. Dia memilih
melanjutkan sekolah di Purwokerto. Ah tambah jauh saja, pikirku. Dia mengambil
jurusan tata boga. Aku sendiri tidak tahu kenapa dia mengambil jurusan itu,
jurusan yang biasanya dihindari oleh anak laki-laki. Ya tapi tidak apa, dia
tetap kupandang sebagai lelaki. Haha
Aku masih melakukan hal yang sama. Melihat-lihat dinding
facebooknya. Sepertinya dia sedang dekat dengan perempuan. Tentu saja aku tahu
siapa perempuan itu, kelas berapa dia,. Ya pokoknya aku tahu. Sejak sendiri,
sepertinya skill ngestalk ku ini tidak diragukan lagi haha. Dan sepertinya
mereka sudah mulai pacaran. Aku melihat di dinding facebook perempuan tersebut.
Sepertinya perempuan itu juga menyayanginya. Seperti aku. Namun sekitar
beberapa bulan hubungan mereka berjalan. Sepertinya hubungan mereka telah
selesai. Agak sedikit jahat mungkin, tapi ada sedikit kebahagiaan saat aku tahu
mereka sudah tidak memiliki hubungan. Ah harusnya aku memang harus berhenti
menyukainya.
Maul kadang sesekali pulang ke Bekasi untuk sekedar bertemu
dengan keluarganya. Ya seperti selayaknya orang yang merantau. Waktu itu
liburan semester genap, bulan puasa mendekati lebaran. Seperti biasa aku selalu
pulang ke kampung halaman sekitar h-2 sebelum lebaran. Tapi h-3 sebelumnya maul
pulang kebekasi dan memintaku untuk mengantarnya untuk sekedar berbelanja di
mall. Ah tapi sayang aku tidak bisa menurutinya, karena esoknya aku sudah harus
pulang ke kampung halaman. Ah rasanya ingin bilang saja ke orangtuaku untuk
menyusul mereka setelah mengantar maul haha. Tapi tidak mungkin.
Berbulan-bulan lamanya aku tidak lagi berhubungan dengan
maul. Aku tidak pernah bertegur sapa lagi. Bukan karena apa-apa. Aku malas jika
chatku hanya sekedar dibalas dengan kalimat-kalimat singkat.
Setelah 2 tahun berlalu dengan segala cerita dari maul yang
sering aku dengar, dari sudah mempunyai pacar baru hingga berakhirnya hubungan
mereka berdua. Tiba-tiba maul mengirimi aku chat bbm, dia mengajakku untuk
kembali bersamanya. Tentunya kembali menjalin hubungan. Namun entah kenapa aku
ragu, langsung saja aku bilang tidak. Disatu sisi aku ingin, tetapi disisi lain
aku lelah. Aku lelah jika harus kembali dengannya, kembali dengan segala
perlakuannya kepadaku, kembali memaafkan segala kesalahannya kemudian
menyalahkanku. Nampaknya aku mulai tegas pada diriku sendiri. Kalu difikirpun
kenapa dia mengajakku kembali? Sedangkan sebelumnya dia berpacaran dengan
perempuan itu, harusnya jika ia mau, ia mengajaknya (perempuan itu) bukan aku.
Namun setelah itu, entah kenapa aku merasa lebih damai
dengan perasaanku. Aku mulai mengikhlaskan maul. Aku merasa jika aku memang
harus selesai dengan maul. Aku tidak ingin lagi. Ya walaupun terkadang masih
terasa rindu. Wajar bukan? Ah sepertinya kalin setuju. Memang benar rupanya saat Rons Imawan mengeluarkan
kalimatnya yang berbunyi “kamu tidak perlu keliling dunia untuk berdamai
dengan perasaanmu, kamu hanya perlu jujur ke orang itu kalo kamu sayang sama
dia”. Nah gitu deh yang aku rasain, setelah aku tau perasaannya si maul,
semuanya jadi damai gitu aja.
Kini aku menjadi perempuan jomblo yang sepertinya meknimati
kejombloannya. Sepertinya.....
Komentar
Posting Komentar